BOGOR – Warga Kampung Pasir Angin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, menyambut antusias dan bersyukur atas terealisasinya pembangunan serta pengaspalan jalan yang menghubungkan Kampung Cipicung (RW 004) dengan Kampung Pasir Angin (RW 002), pada rabu 28 Oktober 2026.
Pembangunan jalan yang berada di bawah kewenangan pihak PDAM/Perumda tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat. Pasalnya, akses jalan ini telah lama dinantikan warga karena sebelumnya mengalami kerusakan cukup parah, dengan kondisi berbatu dan rawan menyebabkan kecelakaan maupun terpeleset.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pekerjaan pengaspalan tersebut menggunakan anggaran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dengan nilai sebesar Rp486.880.000. Adapun volume pekerjaan tercatat sepanjang 747 meter, lebar 3 meter, dengan ketebalan aspal hot mix 0,03 meter atau 3 sentimeter.
Kini, setelah dilakukan pengaspalan dan pelebaran, akses jalan tersebut dapat dilalui kendaraan roda empat. Kondisi ini diharapkan mampu mempermudah aktivitas masyarakat, mendukung kegiatan para pedagang, serta memperlancar mobilitas dan roda perekonomian warga setempat.
Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan singkat, Ketua RW Lani menyampaikan bahwa dirinya belum mengetahui siapa Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang menangani pekerjaan tersebut.
“Saya tidak tahu siapa TPK sekarang. Waktu itu saya pernah ngobrol dengan Pak Lurah. Ada salah satu warga yang siap memantau kegiatan pengaspalan di Kampung Pasir Angin. Kata Pak Lurah, silakan saja kalau tidak bekerja di tempat lain,” ungkapnya.
Sementara itu, warga pengguna jalan turut menyampaikan rasa syukur atas terealisasinya pengaspalan jalan dari Cipicung hingga Pasir Angin. Namun, warga juga memberikan catatan terkait kualitas pengerjaan, khususnya pada bagian jalan yang mengalami pelebaran.
“Kami sangat bersyukur jalan Cipicung sampai Pasir Angin akhirnya diaspal. Memang benar, ini jalan PDAM. Sudah jelas dari pihak PDAM bahwa mobil besar tidak boleh melewati jalan ini. Truk tangki air yang biasa mengisi ulang harus melalui Kampung Totopong,” ujar salah seorang warga pengguna jalan.
Ia juga menyoroti bagian jalan yang dilebarkan, terutama di dekat pertigaan menuju Totopong dan arah Kampung Bentik. Menurutnya, bagian tersebut perlu mendapatkan perhatian agar konstruksi jalan lebih kuat dan tahan lama.
“Untuk bagian pelebaran yang melebihi jalan lama, karena masih berupa tanah, seharusnya diberi batu sirtu terlebih dahulu. Jangan hanya digelar batu split. Kalau menggunakan batu sirtu, menurut saya, konstruksinya bisa lebih kuat. Terutama di dekat pertigaan menuju Totopong dan arah Kampung Bentik,” tambahnya.
Warga berharap pembangunan jalan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. Mereka juga berharap kualitas pekerjaan tetap diperhatikan agar jalan yang telah dibangun dapat bertahan lama dan menunjang aktivitas warga dengan aman dan nyaman.
Redaksi: MD Bustomi












