BENGKALIS – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau terus diperkuat melalui penguatan restorasi ekosistem gambut.
Menteri Kehutanan RI, Dr Raja Juli Antoni, M.A., Ph.D bersama Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP dan Kapolda Riau Irjen Dr. Herry Heryawan, S.I.K., M.H., M.Hum meninjau kawasan restorasi di Rumah Runding Restorasi, Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Rabu (30/9).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi lintas sektor untuk melihat langsung kondisi ekosistem gambut sekaligus memperkuat langkah mitigasi Karhutla di kawasan rawan.
Turut mendampingi Plt Gubernur Riau, Ir H S.F Hariyanto, M.T, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S, Dandim 0303/Bengkalis Letkol Inf. Haris Nur Priatno, S.Sos., M.I.P, Bupati Bengkalis, Rektor Universitas Riau, jajaran Forkopimda serta tokoh masyarakat.
Di lokasi, rombongan melihat langsung kondisi kawasan restorasi dan berdiskusi mengenai upaya pemulihan ekosistem gambut. Pembahasan juga difokuskan pada langkah pencegahan Karhutla dengan mengedepankan sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, akademisi dan masyarakat.
Kolaborasi Jadi Kunci
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan, pencegahan Karhutla dan pemulihan lingkungan tidak bisa dikerjakan sendiri. Dibutuhkan kerja bersama lintas elemen agar hasilnya berkelanjutan.
“Pencegahan Karhutla dan pemulihan lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi seluruh elemen menjadi kunci agar upaya yang dilakukan dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegas Raja Juli.
Sementara Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo menyampaikan komitmen TNI AD untuk mendukung penuh program pencegahan Karhutla dan pelestarian lingkungan. Sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian, akademisi hingga masyarakat akan terus diperkuat.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan, khususnya daerah gambut yang memiliki kerentanan tinggi terhadap kebakaran.
Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan juga menegaskan pentingnya langkah pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi potensi Karhutla. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan sinergi dan pemantauan kondisi lapangan secara berkelanjutan.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga ekosistem gambut di Riau. Restorasi lingkungan dan pencegahan Karhutla bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan peran bersama demi menjaga lingkungan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
(red)












