Kabupaten Bogor – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) kembali direalisasikan di Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Program ini merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung visi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Selama ini, para petani di Desa Cigudeg menghadapi keterbatasan akses air irigasi, terutama saat musim kemarau. Kondisi tersebut diperparah dengan jaringan irigasi eksisting yang kurang efisien, sehingga mengurangi produktivitas pertanian. Melalui program P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air), pemerintah berupaya meningkatkan fungsionalitas irigasi dengan melibatkan langsung masyarakat petani sebagai penerima manfaat sekaligus pengelola jaringan.
Pelaksanaan program P3-TGAI di Desa Cigudeg menggunakan anggaran APBN 2025 sebesar Rp195.000.000 dan mulai direalisasikan pada Selasa, 12 Agustus 2025. Pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi ini dilaksanakan oleh masyarakat setempat secara partisipatif, dengan pengawasan pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, RT, RW, dan kelompok petani.
Ketua P3A Panorama Cigudeg Sejahtera, Adit, menyampaikan apresiasinya atas program ini.
“Alhamdulillah, program ini sangat bermanfaat bagi para petani. Dulu banyak lahan terbengkalai karena kekurangan air. Sekarang, setelah irigasi terealisasi, air kembali mengalir lancar dan petani bisa kembali menanam padi,” ujarnya.
Sebelum pelaksanaan, telah dilakukan musyawarah desa (Musdes) bersama pemerintah desa dan perwakilan masyarakat. Adit menambahkan, meski masih ada beberapa perbaikan minor pada pasangan batu irigasi, secara keseluruhan program berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata.
Seorang petani yang turut terlibat dalam pembangunan juga menyampaikan rasa terima kasih. “Kami bersyukur atas perhatian pemerintah. Dengan adanya program ini, sawah dan ladang kembali produktif, dan masyarakat bisa mengelola pertanian dengan lebih baik,” ungkapnya.
Program P3-TGAI diharapkan dapat terus memperkuat kemandirian ekonomi desa, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan masyarakat petani di wilayah pedesaan.
(MD Bustomi)















