Perkuat Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan, Kapolda Riau Buka Bareng Ojol dan Mahasiswa

PEKANBARU – Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan buka bareng komunitas ojek online ‘Ojol Kamtibmas’ dan mahasiswa se-Riau. Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat tali silaturahmi, sekaligus menguatkan sinergi antara aparat kepolisian dengan komunitas ojol dan mahasiswa dalam menciptakan situasi kondusif di bulan suci Ramadan.

Kegiatan ini digelar di Mako Brimob, dihadiri oleh pejabat utama (PJU) Polda Riau dan ratusan ojol serta mahasiswa, Senin (9/3/2026).

Dalam sambutannya, Irjen Herry memaparkan filosofi menarik tentang hubungan polisi, ojol dan mahasiswa. Menurutnya, ketiganya adalah entitas yang menghidupkan cerita di jalanan Kota Pekanbaru.

“Mahasiswa adalah api gagasan, ojol adalah penggerak roda ekonomi dan polisi memastikan api tersebut menjadi cahaya yang menerangi, bukan api yang membakar rumah sendiri,” ujar Irjen Herry.

Kapolda mengungkap peran penting ojek online bukan sekadar jasa angkutan yang hanya dilihat dari aplikasi. Di balik seragam ojol ada secercah harapan keluarganya untuk bangkit dari perekonomian.

“Tapi ada mimpi-mimpi keluarga, ada harapan keluarga agar rekan-rekan ojol ini membawa sesuap nasi untuk menghidupi keluarganya,” katanya.

Pada kesempatan itu, Irjen Herry membagikan kisah inspiratif tentang seorang mahasiswa Fakultas Hukum UGM yang berhasil lulus dengan IPK 3,99 meski setiap hari bekerja sebagai driver ojol. Kisah ini digunakan Irjen Herry untuk membakar semangat para hadirin bahwa status sosial bukan penghalang kesuksesan.

“Di sela waktunya dia menungg orderannya, dia mengerjakan tugas-tugasnya. Kalau bicara kerja keras itu bukan status sosial, tetapi bagaimana kegigihan, keuletan dan kerja keras ini bukan penghalang kesuksesan,” jelasnya.

Sejalan dengan semangat Green Policing, dalam acara ini Kapolda Riau secara simbolis menyerahkan bantuan bingkisan Ramadan serta bibit pohon kepada perwakilan ojol dan mahasiswa. Hal ini menegaskan bahwa kolaborasi mereka juga harus berdampak pada kelestarian lingkungan.

Terkait dinamika sosial, Kapolda menegaskan bahwa instansinya sangat terbuka terhadap masukan.

“Polda Riau tidak pernah takut terhadap kritik, baik dari mahasiswa maupun ojol. Selama tujuannya membangun, pintu dialog akan selalu kami buka lebar,” tegasnya.

(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *