Blusukan ke Pasar Rakyat, Atikoh Kagumi Pasar yang Rapi dan Bersih

Jakarta – Calon ibu negara Siti Atikoh Supriyanti, istri Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo, melakukan blusukan ke pasar Oro Oro Dowo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jawa Timur.

Didampingi politisi PDIP Krisdayanti, Siti Atikoh blusukan ke pasar hingga berolahraga di Car Free Day. Saat berada di pasar Atikoh sempat memuji kebersihan dan tata ruang pasar yang rapi. Lantai pasar juga tampak bersih. Setiap pedagang memiliki stand-nya masing-masing dengan nama pemilik serta nama produk dagangannya.

Atikoh terus berjalan dan menghampiri beberapa pedagang di pasar lalu membeli bahan pangan. Beberapa warga tampak kaget melihat kedatangan Atikoh.

Para pedagang juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama Atikoh.

Sambil tersenyum, Atikoh pun melandeni warga yang meminta foto bersamanya. Tak lupa Atikoh memberi apresiasi atas keadaan pasar yang tertata rapi.

Atikoh juga terpesona melihat barang dagangan dikemas rapi dan tampak bersih.
Ia mengakubi ingin keliling pasar lebih jauh.

“Jadi kayanya pengen keliling di semua tempat, terus barang-barangnya segar-segar, sudah di packing juga, rapi, keliatan banget kalau itu sudah mengalami penyortiran,” kata Atikoh.

Atikoh menilai, seluruh produk pasar yang dijual di pasar tersebut dalam kategori grade A. Bahkan, katanya, Atikoh menemui sayuran di Pasar Oro-oro yang sulit ditemui di pasar lain.

“Jadi yang dijual di sini kayanya memang yang grade A ya yang kualitas prima kemudian banyak, ada juga yang organik hasil dari sayuran hidroponik dan banyak sekali sayuran-sayuran yang sehari-sehari agak sulit ditemui ya karena emang daerah Malang raya ya, Batu Malang kemudian Kabupaten Malang terutama itu banyak sekali menghasilkan sayuran yang bermutu,” imbuhnya.

Atikoh lalu menuju lapak pedagang sayuran bernama Syaiful dan membeli bawang merah serta putih masing-masing satu kilogram.

Atikoh sembari mencari bawang yang segar berdialog dengan Syaiful untuk nenanyakan harga kebutuhan pokok seperti kol, kacang panjang, serta bawang putih dan merah.

“Harga bagaimana? Sayuran stabil, ya,” kata Atikoh bertanya kepada Syaiful.

Syaiful mengamini informasi soal harga sayuran yang stabil, tetapi biaya untuk bawang merah dan putih sedang naik.

“Kalau bawang putih naik, Bu,” kata dia.

Dari pedagang sayuran, Atikoh silih berganti menuju lapak penjual alpukat, tempe, tahu, dan telur ayam kampung. Ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu tampak membeli barang di beberapa tempat itu.

Atikoh selanjutnya menuju pintu keluar Pasar Oro-oro Dowo sehabis berbelanja sekaligus mengecek harga bahan pokok.

Namun, langkah Atikoh terhenti menuju pintu keluar. Dia berhenti di depan lapak pedagang sayuran dan melihat daun pepaya yang digodok.

Dia tampak menanyakan ketahanan sayuran apabila pedagang bisa menggodok lebih dahulu sebelum komoditas dijual di pasar.

“Ini tahan berapa lama,” tanya Atikoh kepada pedagang sayuran.

“Ini tahan seminggu,” kata pedagang.

Atikoh tampak kaget mendengar jawaban pedagang bahwa kondisi sayuran tetap segar selama sepekan untuk bisa dijual ke pasar.

“Hah? Seminggu? Kok, bisa?,” ujarnya.

“Ini sudah direbus soalnya,” kata pedagang.

Atikoh setelah bertanya tampak mengangguk, lalu tersenyum. Dia kemudian memohon pamit ke pedagang untuk keluar dari area Pasar Oro-oro Dowo.

Beranjak dari pasar, Atikoh pun menuju kawasan Car Free Day (CFD) di kota Malang. Di sana, ia tampak dikerumuni warga yang hendak meminta foto kepadanya.

“Buk, foto buk,” kata warga yang sedang CFD.

Atikoh pun berfoto dengan warga itu dengan senyuman manis di pipinya. Setelah itu, ia juga sempat melakukan senam bersama warga lokal.

Di alun-alun, Atikoh terlihat berjalan kaki mengunjungi beberapa titik di area dalam dan luar area. Tampak selain politikus PDI Perjuangan, puluhan sukarelawan juga menemani Atikoh di lokasi.

Wanita kelahiran Banyumas Jawa Tengah itu kemudian memesan segelas jahe hangat dan sepiring ketan. Seorang seniman lokal dengan membawa pengeras suara tampak mendatangi tempat ibunda Muhammad Zinedine Alam Ganjar itu duduk di area Alun-alun Kota Wisata Batu.

Dia kemudian menyetel musik, lalu berjoget. Atikoh sesekali bertepuk tangan, dan tidak kuasa menahan tawa melihat tingkah seniman berkebaya biru.

Setelah menghabiskan ketan dan jahe hangat, Atikoh kembali ke penginapan yang berada di Kota Malang dengan mengenakan bus.

Diketahui, Atikoh selama Sabtu jug telah mengunjungi beberapa titik di Jawa Timur seperti Kabupaten Blitar, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Agenda ini merupakan termasuk dalam rangkaian safari politiknya di beberapa kota atau kabupaten di Jawa Timur sejak 24 Januari hingga 29 Januari 2024.

(ANT).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *